Marimba dalam Pertunjukan Marchingband

Dalam pertunjukan marchingband kita mengenal permainan musik pit statis. Seperti halnya vibraphone dan xylophone. Alat music marimba juga termasuk alat music statis. Saat alat music marimba dimainkan ia akan menghasilkan nada-nada melodis. Sehingga pertunjukan marchingband akan semakin apik dengan perpaduan alat music tiup, pit, dan perkusi battery.

Marimba adalah alat music yang digunakan dengan cara dipukul (perkusi) bernada dengan bilah-bilah yang terbuat dari kayu dan resonator pipa. Alat musik marimba dimainkan dengan cara dipukul dengan mallet khusus yang biasa disebut dengan wrapped wallet. Mallet atau pemukul marimba ini terbuat dari kayu dengan ujung kepala terbuat dari kelon, karet, nylon, acrilik dan bahan tertentu yang kemudian dibungkus dengan benang, kain atau lateks. Mallet marimba dibuat khusus agar menghasilkan instrument musik yang indah saat berpadu dengan bilah-bilah pada marimba. Wrapped mallet juga digunakan untuk untuk memukul vibraphone dan cymbal stand.

Alat music marimba dibagi menjadi 2 jenis dilihat dari oktaf yang terdapat pada setiap bilahnya. Pertama, yaitu marimba dengan 4-4, 5 oktaf dan grand marimba dengan 5 oktaf. Pemain marimba biasa disebut dengan marimbist, tapi masyarakat awam biasa menyebutnya dengan malletis.

Di Indonesia penggunaan marimba dapat kita jumpai pada pertunjukan marchingband. Permainan marimba dilakukan bersama-sama dengan alat music statis lainnya. Mereka tidak mengikuti baris berbaris. Namun bermain didepan lapangan pertunjukan dan melakukan koreografi ditempat. Karena alat music yang tergolong dalam alat music pit statis, termasuk juga marimba tidak memungkinkan digunakan sambil berjalan. Mengingat ukuran dan beratnya yang besar.